TENTANG BABAT

Babat, Lamongan
Kecamatan Babat
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Lamongan
Luas 6.375.475 Ha
Jumlah penduduk 75.717 jiwa
– Kepadatan – jiwa/km²
Desa/kelurahan 21 desa, 2 kelurahan, 47 dusun
Babat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Indonesia.

Pusat kota Babat terletak di persimpangan jalur antara Surabaya – Cepu dan Jombang – Tuban. Babat merupakan kota kecamatan terbesar kedua di Kabupaten Lamongan yang memiliki lokasi yang sangat strategis sehingga hal ini merupakan suatu aset yang sangat besar untuk pengembangan Kecamatan Babat untuk diperbesar lagi perannya selaku Kawasan Perdagangan di Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Babat merupakan daerah atau kawasan grosir bagi 4 kota/kabupaten untuk memperoleh komoditas perdagangan terutama hasil-hasil pertanian. Di Babat terdapat 2 stasiun kereta api, yakni Babat dan Gembong. Penduduknya berjumlah 75.717 jiwa, yang terdiri dari 37.234 laki-laki dan 38.483 perempuan.

Dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan, Kecamatan Babat dilaksanakan oleh Sekretaris Kecamatan dan Kasi-kasi, antara lain;
Joko Raharto, SSTP, MAP
Supriyono, SH
Nur Wakit
Wrestiana, SE
Kasmin, SH

Babat terkenal dengan julukan “Kota Wingko”, karena di kota ini banyak terdapat industri makanan. Namun selain wingko industri makanan yang dikembangkan di babat adalah jenang, krupuk berbahan ketela dan produk-produk lain hasil dari home industri. Wingko Babat.Daftar isi [sembunyikan]
1 Sarana pemerintahan
2 Sarana perekonomian
3 Sarana sosial
4 Sarana perhubungan
5 Desa dan kelurahan di Kec. Babat

Sarana pemerintahan

Di Kecamatan Babat ini terdapat Dinas Instansi baik instansi teknis maupun instansi yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat dengan jumlah 26 Dinas Instansi; 70% sudah memiliki perkantoran sendiri tapi belum terlalu layak sedangkan sisanya yakni 30% masih bergabung dengan instansi lain.

Sarana perekonomian

Di Kecamatan Babat terdapat empat Pasar Desa dan satu Pasar Kabupaten yang merupakan pusat pengembangan perekonomian masyarakat baik di desa maupun di pusat Kota Babat.

Adapun data pasar adalah sebagai berikut:
Pasar Desa Plaosan dengan jumlah los 3 buah, Kios 13 buah dengan jumlah pedagang 56 orang yang buka setiap hari
Pasar Desa Gembong dengan jumlah los 5 buah, jumlah kios 140 dengan jumlah pedagang 232 orang yang buka pasaran Pon dan Kliwon
Pasar Desa Moropelang dengan jumlah kios 96 dengan jumlah pedagang 192 orang yang buka setiap hari *Pasar Desa Keyongan dengan jumlah los 4 buah, jumlah kios 9 dengan jumlah pedagang 31 orang yang buka setiap hari
Pasar Kelurahan Babat dengan jumlah kios 949 dengan jumlah pedagang 1.387 orang
Pasar Daerah, buka setiap hari
Pasar ayam di Kelurahan Banaran

Di kota Babat di samping terdapat pasar kabupaten juga tumbuh swalayan-swalayan yang lokasinya di sekitar Pasar Babat. Adapun swalayan tersebut adalah:
Alfa lokasinya di Kelurahan Banaran;
Indomaret lokasinya di Kelurahan Banaran;
A w a m swalayan lokasinya di Kelurahan Babat;
S i s w a swalayan lokasinya di Kelurahan Babat

Adapun untuk pelayanan perbankan, antara lain’
BCA
BRI
LIPPO
BNI 46
Panin Bank
Bank Jatim
Bank Daerah Lamongan
dan lembaga-lembaga perbankan lainnya

Sarana sosial

Di Kecamatan Babat terdapat sarana pendidikan non formal seperti pondok pesantren yang jumlahnya 9 pondok yaitu:
Ponpes As-Syafiiyah di Kelurahan Babat yang diasuh oleh KH. Khurkhi
Ponpes Ihyaul Ulum di Kelurahan Babat yang diasuh oleh KH. Fahrur Rozi
Ponpes Hidayatus Sibyan di Sawo, Kelurahan Babat yang diasuh oleh KH. Munir
Ponpes Tarbiyatul Muttaalimin di Desa Kuripan yang diasuh oleh KH. Farkhan
Ponpes Muhammadiyah di Kelurahan Babat yang diasuh oleh KH. Muhlis Sulaiman
Ponpes Roudlotul Mutaalimin di Dusun Tegalrejo, Datinawong yang diasuh oleh KH. M. Farkhan. Sag. –
Ponpes Nurus Siroj di Desa Tritunggal yang diasuh oleh KH. Kholiq Affandi
Ponpes Al-Barokah Ngetrep Gilang, Babat yang diasuh oleh KH. Sunhaji Luqman
Ponpes Roudlotul Muttaalimin di Desa Moropelang yang diasuh oleh K. Syeirozy

Sarana Pendidikan di Kecamatan Babat adalah sebagai berikut:
SDN – 36 sekolah
MI – 30 sekolah
SLTP – 09 sekolah
SLTA – 08 sekolah
Sarana perhubungan

Di Kecamatan Babat terdapat beberapa sarana perhubungan yang menuju berbagai kota di Jawa, Sumatra,dan Bali. Adapun sarana perhubungan dimaksud sebagai berikut:
Sarana perhubungan darat:
Bus antar provinsi
Bus antar kota dalam provinsi
Kereta Api ekspres Jakarta dan Surabaya
KRD (Bojonegoro-Surabaya)
Minibus antar Kota dalam Propinsi
Colt MPU
Dokar / Kereta kuda
Becak
Sarana perhubungan air yang melintasi Bengawan Solo biasanya digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dan atau belanja barang bagi para pedagang di sekitar Bengawan Solo ke pasar Babat.
Sarana komunikasi di Kecamatan Babat melalui media telepon (Telkom), elektronik (Radio Mahkota FM dan Radio Suara Ronggohadi FM), Kantor Pos dan Giro.

Di Kecamatan Babat terdapat potensi wisata yang untuk sementara ini belum dikelola secara teknis yaitu Gua Kelelawar dan Sendang Pucakwangi.

Desa dan kelurahan di Kec. Babat
Ds. Bulumargi
Ds. Gendong Kulon
Ds. Gembong
Ds. Kebalanpelang
Ds. Keyongan
Ds. Moropelang
Kel. Babat
Kel. Banaran
Ds. Datinawong
Ds. Karang Kembang
Ds. Kebalandono
Ds. Kebonagung
Ds. Pucakwangi
Ds. Sambangan
Ds. Sogo
Ds. Sumurgenuk
Ds. Trepan
Ds. Tritunggal
Ds. Truni
Ds. Patihan
Ds. Bedahan
Ds. Plaosan
Ds. Kuripan

One Response to TENTANG BABAT

  1. Ikhwan mengatakan:

    Cobalah dikelola Gua yang ada di puncakwangi, Jembatan dengan wisata pancingnya, Stasiun lama di Babat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: